Haryono Suyono mengatakan kesehatan dan pendidikan harus dimulai dari sejak dini


Jakarta, Koranpelita.com

Prof Dr Haryono Suyono tampil sebagai pembicara utama dalam acara Webinar yang diselenggarakan STIKes Mitra RIA Husada, Sabtu 24 April 2021.

Ketua STIKes Mitra RIA Husada, Dra Sri Danti Anwar, MA membuka Webinar Nasional Hari Kartini membahas Seberapa Penting Pendewasaan Usia Perkawinan Anak Dalam Mewujudkan Kesehatan Perempuan yang Berkualitas.
Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo menjadi narasumber bersama Zoemrotin, Lenny N Roosalin, Hj Ella Royati dan moderator dr. H. Engkus Kusdinar Achmad, MPH.

Haryono Suyono mengatakan kesehatan dan pendidikan harus dimulai dari sejak dini, karena itu sangat penting bagi keberlanjutan bangsa dan negara Indonesia.

Memelihara kesehatan dan pendidikan harus dimulai sejak dini agar bisa tumbuh dengan baik, karena pemeliharaan kesehatan itu sangat vital, dan menjadi target utama.

STIKes mendidik bidan guna mendukung peran perempuan, bidan bisa membantu wanita terus sehat. Bidan juga bisa menjadi tenaga ahli yang luar biasa, sehingga bidan harus memberikan petunjuk kepada para calon ibu agar menikah pada usia yang disarankan.

Mahasiswa STIKes Mitra RIA Husada harus bisa mengikuti kuliah merdeka dan bisa belajar melalui internet dan media lainnya.

Dengan adanya sanggar Lansia diharapkan para lansia bisa bersilaturahmi sesama Lansia sehingga mereka bisa ada kegiatan dan berumur panjang.

Bidan juga bisa mengantar budaya baru dan keluarga sejahtera disertai dengan norma baru lebih cepat diadopsi oleh wanita berpendidikan.

Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo ( Ketua Umum PPI ) berbicara dengan topik Peranan PPI sebagai bagian dari Aliansi Pita Putih Global dalam mewujudkan Kesehatan Perempuan Berkualitas Dalam Pendewasaan Usia Perkawinan.

Dra Leni N Rosaline , M.S.c ( Deputi Mentri Bidang Kesetaraan Gender ) dengan topik Kebijakan Dan Program Pemerintah Indonesia Tentang Pendewasaan Usia Perkawinan anak untuk Mewujudkan Perempuan Indonesia yang Berkualitas.

Zoemrotin K ( Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan ) dengan topik Pengalaman YKP dalam mengadvokasi tentang Pendewasan Usia Perkawinan anak Untuk mewujudkan Kesehatan Perempuan Yang Berkualitas.

Bidan Hj.Ella Royati,S.ST.,M.Kes (Mahasiswi Prodi Profesi Bidan SMRH Jakarta) dengan topik Dampak Pernikahan Usia Anak Perempuan Pada Kesehatan Reproduksi ( Dari Sisi Pengalaman Praktisi Bidan ). (D)

sumber : https://koranpelita.com/2021/04/24/haryono-suyono-kesehatan-dan-pendidikan-dimulai-sejak-dini/

Masyarakat Sangat Membutuhkan Informasi Kesehatan Dan Gizi Keluarga


28 Februari 2021 17:30 WIB

Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id –
JAKARTA: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI)
hendaknya maju ke depan, mengajak orang-orang atau lembaga yang memiliki
pengaruh di masyarakat, agar memberikan informasi tentang pentingnya
kesehatan dan gizi keluarga. Dalam rangka memperkuat daya tahan tubuh di
masa Pandemi Covid 19 seperti yang terjadi sekarang ini.

Ajakan tersebut dikemukakan Prof Dr Haryono Suyono, dalam sambutannya
saat menjadi nara sumber secara virtual, pada acara Seminar Online
Tentang Peran Ketahanan Kesehatan Keluarga, yang diselenggarakan FKM-UI
bekerja sama dengan STIKes Mitra RIA Husada, dari Jakarta, Sabtu
(27)2/2021) sore.

Dikemukakannya, kita perlu mendidik rakyat untuk bertingkah laku
sangat pro pada gizi keluarga. Tidak saja tahu atau tidak pandai, tetapi
bertingkah laku makan bergizi di mana mana. Utamanya, saat mereka yang
sedang hamil dan mereka yang sudah lansia.

Pasalnya, mernurut Pakar Pemberdayaan Keluarga itu, stunting itu
tidak muncul secara mendadak, tetapi perlu waktu lama sangat lama. Untuk
itu, dalam penanganannya harus melibatkan banyak orang terutama para
kepala desa dan pimpinan daerah.

Dalam upaya penanganan stunting, keluarga memerlukan masukkan gizi
yang sangat baik. Hal itu, kata Haryono, dimulai sejak ibu hamil, harus
sudah diberikan makan makanan yang bergizi.

Selain Haryono Suyono, acara seminar online tersebut juga
menghadirkan dua pembicara lain. Yakni Prof Dr drg Sandra Fikawati MPH
dengan materi “Peran Gizi Keluarga di Era Pandemi Covid-19”, dan Prof Dr
Endang Anhari MOH drPH dengan materi “Pencegahan Stunting dalam
Keluarga di Era Pandemi Covid-19”.***

https://m.suarakarya.id/detail/128636/Masyarakat-Sangat-Membutuhkan-Informasi-Kesehatan-Dan-Gizi-Keluarga

SRI DANTI ANWAR : PENTINGNYA PERAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DI ERA NEW NORMAL

Jakarta, 20 Juli 2020

Setelah Presiden RI menghimbau pada tanggal 15 Maret 2020 tentang belajar, bekerja dan beribadah di rumah, sejumlah sekolah dan perguruan tinggi mulai membatasi kegiatan belajar mengajar tak terkecuali Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH).

Berdasarkan Surat Edaran 022/Ketua SMRH/III/2020 tentang Kegiatan Pembelajaran Stikes Mitra RIA Husada Ketua SMRH memutuskan selama situasi dalam keadaan bencana non alam (Force Majeure) pada tanggal 16 s/d 28 Maret 2O2O pelayanan akademik dan non akademik di lingkungan Kampus SMRH dilakukan secara daring.

Kemudian untuk kegiatan Perkuliahan/Pembelajaran semester genap sejak tanggal 16 s/d 28 Maret 2020 dilaksanakan menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Long Distance Learning (LDL) yang akan dikoordinasikan oleh masing – masing Ketua Program Studi yang digunakan oleh masing – masing dosen disesuaikan dengan situasi dan kondisi dosen serta mahasiswa.

Dalam surat edaran tersebut Ketua SMRH juga memerintahkan untuk menarik seluruh mahasiswa dari lahan praktikum dan menunda kegiatan di lahan praktikum sejak tanggal 16 s/d 28 Maret 2020.

Sedangkan untuk mahasiswa yang akan melakukan pembayaran semester genap di arahkah untuk melakukan transaksi melalui transfer Bank Mandiri dengan tujuan Sekolah Tinggi llmu Kesehatan Mitra RIA Husada di nomor rekening 129.000.4978.538

Ketua SMRH juga menghimbau untuk tetap menjaga kesehatan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah kecuali sangat mendesak dan apabila diperlukan melakukan tes kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala batuk, demam, sesak nafas.

 

Tim Humas dan Marketing SMRHDi era pandemi dan new normal saat ini, peran tenaga kesehatan sangat
penting dalam upaya mensosialisasikan protokol kesehatan bagi masyarakat umum
untuk menangani berkembangnya dan tertularnya wabah virus corona yang terjadi
di berbagai belahan dunia tak terkecuali yang terjadi di Indonesia.

 

 

Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH) Jakarta, menjadi salah satu
kampus kesehatan yang juga konsen membantu pemerintah dalam upaya mengahadapi
wabah covid-19 di era new normal yang diterapkan pemerintah saat ini. New
normal adalah adaptasi kebiasaan baru dalam rangka menuju masyarakat produktif,
aman dari covid-19.

 

Para tenaga kesehatan berkompeten dari Program Studi S1 Kesehatan
Masyarakat SMRH Jakarta, mengelola penerapan protokol kesehatan pencegahan
covid-19, guna mensosialiasikan kepada masyarakat luas untuk tidak takut atau
hawatir menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan dan
menjalankan protokol kesehatan. Untuk membangunan kepercayaan diri dan
produktifitas di era new normal kepada masyarakat, perlu adanya penerapan yang
efektif dalam membantu pemulihan kepercayaan masyarakat untuk kembali
mengunjungi tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan, pusat hiburan,
tempat-tempat wisata, hotel, transportasi umum dan lainnya.

 

Tenaga kesehatan masyarakat memiliki peran utama dalam mengedukasi
masyarakat terkait dengan pencegahan penyakit menular dan tidak menular serta
menjaga lingkungan dan masyarakat agar tetap berperilaku untuk hidup bersih,
sehat, taat dan disiplin protokol kesehatan baik di rumah maupun di lingkungan
sekitar, karena perilaku individu adalah kunci keberhasilan dalam menangani
covid-19.

 

Tempat-tempat umum tersebut diatas, sudah saatnya mengelola dan
menerapkan protokol kesehatan di era new normal dengan melibatkan tenaga
kesehatan yang terdidik dan kompeten di bidangnya yaitu Sarjana Kesehatan Masyarakat.
Dengan melibatkan mereka dalam edukasi dan sosialisasi tentang penyakit menular
dan tidak menular, juga tentang perilaku bersih dan sehat. Maka hal ini, dapat
meyakinkan masyarakat dan dapat menimbulkan kepercayaan bagi masyarakat untuk
kembali mendatangi tempat-tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, pusat
hiburan, tempat-tempat wisata, hotel, transportasi umum dan lainnya, dengan
perasaan tenang dan nyaman, karena telah terpapar informasi mengenai protocol
kesehatan dari tenaga kesehatan yang terdidik dan mempuni di bidangnya.

 

Lembaga-lembaga
pendidikan tinggi yang mempunyai jurusan kesehatan masyarakat, sudah saatnya
berperan aktif menyalurkan sarjana-sarjana kesehatan masyarakat ke dunia
industri tersebut diatas, demi pengelolaan protokol kesehatan pencegahan covid-19
di era new normal yang lebih efektif dan kredibel.

 

Inilah link
and match antara perguruan tinggi dan dunia industri yang membangun ekosistem
kesehatan masyarakat di era new normal.

Peringati Hari Ibu, SMRH Gelar Seminar mini

Dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2019, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH) menggelar acara seminar yang diadakan di Gedung Utama kampus pada Kamis 26 Desember 2019. Seminar ini dihadiri oleh para wakil ketua, dewan penyantun, mahasiswa/I SMRH, dosen beserta karyawan dan tamu undangan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trilogi.

Seminar ini bertujuan untuk memperingati perjuangan kaum perempuan di Indonesia, sebagaimana yang diungkapkan oleh narasaumber dalam acara ini yaitu Dra. Sri Danti Anwar, MA selaku Ketua SMRH.

“Kenapa kita perlu memperingati hari ibu? Karena kita ingin mengenang pergerakan perjuangan kaum perempuan di Indonesia  untuk merebut kemerdekaan pada saat itu.”

Selain itu Sri Danti juga menjelaskan sejarah bagaimana awal mula munculnya hari ibu di Indonesia yaitu bermula dari Kongres Perempuan Indonesia (KPI) pertama, yang diselenggarakan pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Dilanjutkan KPI kedua di Jakarta yang menetapkan fungsi utama perempuan Indonesia sebagai “Ibu Bangsa” yang wajib mendidik generasi baru yang lebih sadar rasa kebangsaannya. Hingga pada akhirnya tahun 1938 KPI di Bandung menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

“Hari Ibu dikukuhkan dengan Keputusan Presiden No. 316/ tahun 1959 tentang hari-hari nasional yang bukan hari libur.” Kata Sri Danti.

Dalam seminar ini tidak hanya membahas mengenai sejarah, pergerakan, dan perjuangan kaum perempuan saja. Tapi juga membahas betapa pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan bahaya seks pra nikah. Seperti yang dijelaskan oleh narasumber kedua, Nina Tresnayanti, S.Sit, M.Kes yang juga merupakan Dosen SMRH.

“Di Indonesia ada 63% remaja yang sudah melakukan hubungan seks pra nikah. Lalu apa bahayanya seks pra nikah itu? Ada rasa penyesalan, kecanduan, tidak ada jaminan untuk menikah, menikah terlalu muda, aborsi, terkena HIV AIDS, mengecewakan orangtua dan pasangan kelak, dan menjauh dari Allah.” Kata Nina.

Seminar yang bertemakan Perempuan Berdaya Indonesia Maju ini, merupakan seminar yang baru pertama kali dilaksanakan di SMRH. Semoga setiap tahunnya, seminar dalam rangka memperingati Hari Ibu bisa terus terselenggara.

SETETES DARAH ANDA, NYAWA BAGI SESAMA

Dalam rangka memeriahkan kegiatan Dies Natalis ke XVI Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH) mengadakan kegiatan donor darah yang di selenggaran pada hari Jum’at  27 Desember 2019. Acara tahunan ini merupakan kegiatan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat yang bersinergi dengan SMRH.

kegiatan donor darah yang dibuka untuk umum ini di laksanakan di Laboraturium Komplementer SMRH dikarenakan suhu ruangan yang sesuai dan tempat yang steril merupakan syarat penting untuk proses donor darah. Dalam kegiatan ini mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Sarjana Terapan Kebidanan dan D-III Kebidanan ikut pula membantu untuk proses kelancaran kegiatan ini.

Sebelum proses pengambilan darah di lakukan ada beberapa tahap yang harus di lakukan oleh pendonor, diantara proses registrasi keikutsertaan sebagai pendonor, pemeriksaan golongan darah, pengecekan sampel darah apakah layak untuk di ambil darahnya.

Kegiatan yang di lakukan dari jam 09.00WIB sampai jam 12.00WIB ini menargetkan sebanyak 75 kantung darah. Di harapkan pula dengan adanya kegiatan tahunan ini, membuat semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa selain banyak manfaatnya untuk kesehatan si pendonor, mendonorkan darah banyak manfaatnya untuk kepedulian bersama.

Humas & Marketing

PELANTIKAN KETUA SMRH PERIODE 2019

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH) hari ini tanggal 19 Desember 2019, resmi melantik Dra. Sri Danti Anwar, MA sebagai ketua SMRH Periode 2019-2023, bertempat di Gedung Utama Kampus SMRH. Pada acara tersebut, hadir Ketua Umum Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan (YKBRP) Ny. Milangoni Subiakto beserta jajaran, hadir juga Para Wakil Ketua, dosen, kepala bagian, karyawan dan perwakilan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Sri Danti Anwar mengucapkan terima kasih kepada pihak YKBRP yang sudah memercayainya memimpin kampus ini. Selain itu, perempuan yang berkecimpung lebih dari 30 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini juga diharapkan bisa memperbaiki manajemen dan dapat meningkatkan jumlah mahasiswa.  

Fokus pada peningkatan kinerja, menjadi poin penting dalam sambutannya. Karena menurut beliau, dengan meningkatkan kinerja kita mampu meningkatkan jumlah mahasiswa. “Bagaimana bisa kita meningkatkan jumlah mahasiswa dan minat mahasiswa untuk bergabung dengan kita, tanpa adanya peningkatan kerja? Karena saat ini banyak competitor dari kampus lain, kita harus berkembang dan kinerja harus ditingkatkan”, lanjut Ketua SMRH yang baru.

Dalam masa jabatan empat tahun mendatang, beliau memiliki empat sasaran untuk memajukan kampus SMRH. Pertama, bagaimana meningkatkan jumlah mahasiswa. Kedua, Bagaimana meningkatkan akreditas. Dan ketiga, merubah proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar ini, dosen dituntut untuk kreatif, berpikir kritis dan mahasiswa bisa senang belajar. Ke depannya, beliau akan membuat forum komunikasi mahasiswa dan dosen agar suara serta aspirasi mahasiswa bisa didengar dan juga dalam rangka meningkatkan kompetensi dosen.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum YKBRP, Milangoni Subiakto dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Sri Danti Anwar yang telah bergabung dengan SMRH. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sri. Selamat mengemban amanah dan dapat melanjutkan program-program yang sudah berjalan di kampus ini.”

SMRH LAKUKAN SERTIJAB KETUA BARU

Pada (11/12) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH) melakukan kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Ketua SMRH yang lama dr. H. Hakim Sorimuda Pohan, SpOG dengan Ketua SMRH yang baru Dra. Sri Danti, MA di lingkungan kampus SMRH. Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Pembina Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan (YKBRP) Prof. Dr. Haryono Suyono beserta Jajaran, Pengawas YKBRP, Pengurus YKBRP, dan sivitas akademika SMRH.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Haryono Suyono menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Ketua SMRH yang lama yang telah bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi yang luar biasa untuk SMRH.

“Selamat bertugas kepada Ketua SMRH yang baru” lanjut Prof. Haryono dalam sambutannya.

Ketua Pembina YKBRP juga menyampaikan pesan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadien Makarim yang  memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia dalam rangka menyiapkan pemimpin masa depan. Dari itu, mahasiswa diharapkan memperkuat karakter sebagai lulusan perguruan tinggi yang di idamkan dan dosen mampu mengembangkan ilmu pengetahuan bukan hanya memberikan kuliah dan ceramah seperti biasa saja, namun dosen di tuntut memberikan informasi yang baru dan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan dinamis.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Umum YKBRP Milangoni Subiakto juga menyampaikan ucapan Selamat datang Dra. Sri Danti, MA  sebagai Ketua SMRH yang baru.

Workshop Public Speaking & Personality, Bekal Untuk Tenaga Kesehatan dan Generasi Milenial

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH) mengadakan Workshop Public Speaking and Personality, dengan tema “Explore Your Speaking Skills & Personality to Lead the Future” di Gedung Pandan Sari, Taman Wiladatika Cibubur, Kamis (11/4). Acara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini, dihadiri oleh narasumber yang berkompeten di bidangnya. Salah satunya Ketua SMRH, Dr. H. Hakim Sorimuda Pohan, SpOG.

Beliau memberikan bekal kepada generasi muda yang hadir dalam acara workshop, bahwa generasi milenial saat ini jangan sampai melupakan sejarah dan harus menghargai bangsanya sendiri.

Selain Ketua SMRH, narasumber lainnya yang hadir yaitu David Rizal, jurnalis, reporter dan presenter lipuran 6 SCTV. Heru herdiawati, SSiT, MH, Dosen, pengurus pusat IBI, PJ Hukum PP IBI, konsultan dan koordinator pelatihan P2KS dan dipandu oleh moderator Ashar Nuzulul Putra ,SKM, M.Epid, parktisi kesehatan masyarakat MTKI dan dosen.

Workshop ini dihadiri kurang lebih 350 peserta dari berbagai kampus, dosen, mahasiswa dan karyawan. Ketua panitia, Nadia Iliani, menyampaikan bahwa tujuan diadakan workshop ini agar peserta workshop, mahasiswa dan tenaga kesehatan memiliki kepribadian yang baik. “Tujuan dilaksanakan workshop ini adalah memberikan peserta bekal keterampilan untuk menjadi seorang public speaker dan tenaga kesehatan yang mempunyai kepribadian yang baik.”

Acara ini ditutup oleh penampilan Guest Star Laki Band Official, grup musik yang beranggotakan 6 orang yaitu Abidzar Al Ghifari (Putra Alm. Ustad Jefri Al Buchori), Dika, Ramadhan Kusumah, Kafka Afdal, Rezha Malvin dan Rakhan Devana.

SMRH IKUT KEGIATAN CAMPUS PRO 2019 DI ISTORA SENAYAN

Jakarta, 11 Maret 2019

Lebih dari 50 Perguruan Tinggi (PT) Negeri dan Swasta mengikuti kegiatan Campus Pro di Istora Senayan pada tanggal 4 Maret 2019 – 6 Maret 2019. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PT. Marawa Komunika Utama sebagai penyelenggara kegiatan atau Education and Techno Expo Festival Campus Pro 2019. Tahun ini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada juga menjadi bagian dari beberapa Perguruan Tinggi lain yang mengikuti kegiatan Campus Pro 2019.

Menurut Dr. Ir. Illah Sailah, MS dalam sambutannya saat membuka acara kegiatan Campus Pro di Istora Senayan pada tanggal 4 Maret 2019 mengatakan bahwa promosi merupakan proses aliran informasi yang hampir semua PT lakukan di akhir tahun pelajaran, baik melalui media online, media cetak, media suara, dan visual dalam rangka menarik para pelajar yang akan melanjutkan ke pendidikan tinggi.

Kegiatan Campus Pro yang dihadiri lebih dari sepuluh ribu siswa kelas 10, kelas 11, dan kelas 12 ini, bertujuan untuk memberikan informasi secara luas kepada siswa siswi SMA/SMK/MA mengenai Perguruan Tinggi yang terbaik sesuai dengan pilihan masing-masing. Sehingga diharapkan dengan hadir dalam kegiatan ini bisa sebagai bahan alternatif siswa dalam menentukan masa depan mereka melalui pendidikan tinggi.

KETUA SMRH DAN WORKSHOP MENANGKAL TAKTIK INDUSTRI ROKOK LEWAT FOUNDATION FOR SMOKE-FREE WORLD

Jakarta, 7 Februari 2019

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH) dr. H. Hakim Sorimuda Pohan, Sp.OG, menjadi salah satu peserta undangan kegiatan workshop tentang “Menangkal Taktik Industri Rokok Lewat Foundation for Smoke-Free World – Phillip Morris Internasional” yang diselenggarakan oleh Fakuktas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia bersama Asosiasi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) dan Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia (IAKMI), bekerjasama dengan Southeast Asia Tobacco Control Alliance ( SEATCA), di Hotel Aryaduta Jakarta pada tanggal 6 Februari 2019.

Tujuan diadakannya kegiatan workshop tersebut adalah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran komunitas Perguruan Tinggi serta lembaga-lembaga penelitian terkait kesehatan agar tidak terkecoh oleh taktik industri rokok yang menggunakan akademisi sebagai sarana untuk melestarikan bisnisnya. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kewaspadaan para pimpinan dan komunitas fakultas kesehatan agar tidak terjebak oleh istilah, nama, visi dan misi, konsep-konsep, dan kegiatan-kegiatan yang seolah-olah sejalan dengan prinsip kesehatan untuk pengendalian tembakau.

Pada kesempatan itu, Ketua SMRH menyampaikan kesedihan juga kehawatirannya terkait bahaya rokok diantaranya yaitu  mengenai industri rokok sangat gencar memberitakan terjadinya PHK besar besaran adalah karena gencarnya kampanye anti rokok, padahal pabrik rokok bekerja habis-habisan untuk memperbesar tingkat produksi dengan menggunakan mesin dan mengurangi pekerja/tenaga manusia, sehingga dengan pengurangan tenaga kerja  maka pendapatan secara ekonomi pengusaha rokokmeningkat karena meningkatnya produksi rokok dengan menggunakan mesin. Awalnya biaya tenaga kerja sebesar 12 – 14% dari Production Cost turun menjadi 0,5% dari Production Cost. Isu tersebut, sangat merugikan kita khususnya dibidang kesehatan.

Sementara itu, UN General Assembly menyatakan bahwa ada pertentangan yang mendasar antara kepentingan industri rokok dengan kesehatan masyarakat, hal ini telah diikuti dengan ketetapan negara-negara anggota WHO untuk tidak terlibat kerjasama dengan industri tembakau atau pihak lain yang bekerjasama untuk kepentingan mereka, termasuk Foundation for Smoke Free World

Tahun 2017, Foundation for a Smoke Free World atau FSFW dibentuk, FSFW menerima dana sebesar 80 juta USD per tahunnya selama 12 tahun dari Philip Morris Internasional (PMI) yaitu perusahaan rokokmultinasional asal Amerika, dengan visi yaitu to improve global health by ending smoking in this generation. Menghentikan merokok disini adalah mengeliminir penggunaan rokok konvensional yang dibakar (menghasilkan asap), dan diganti dengan rokok yang dipanaskan (menghasilkan uap), hal ini juga perlu dicegah dan dihindari karena sama sama sangat berbahaya untuk kesehatan.

Selain Ketua SMRH, peserta lainnya juga terdiri dari beberapa Ketua/Dekan Fakultas Kesehatan dari PTN dan PTS lainnya, diantaranya : Universitas Indonesia, Universitas Diponogoro, Unibersitas Muhammadiyah, dan Ketua STIKes Surya.