STIKes Mitra RIA Husada Jakarta Mengadopsi Perkuliahan ‘Kampus Merdeka’ dan ‘Belajar Merdeka’

STIKes Mitra RIA Husada Jakarta memiliki sarana dan prasarana yang kompetitif, jika dibandingkan dengan kampus lain. “Karena kami memiliki komplek yang sangat besar dan luas serta lahan sekitar 3,8 hektare yang berada di Kawasan Cibubur, Jakarta Timur. Boleh dikatakan bahwa kampus kami adalah kampus yang mumpuni,” jelas Ketua STIKes Mitra RIA Husada, Jakarta, Dra Sri Danti Anwar, MA di sela-sela rapat penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran 2021-2022 di Cibubur, Rabu (6/10/2021).

Dijelaskan, STIKes MRH Jakarta memiliki gedung-gedung yang sangat representative. Ada gedung utama untuk perkuliahan dan gedung-gedung lainnya yang dipergunakan untuk laboratorium dan praktek bagi para mahasiswa. Sekolah Tinggi ini juga didukung para dosen yang sangat berpengalaman, dan mereka adalah lulusan dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Di antaranya dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia.

Rapat penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran 2021-2022 di Cibubur, Rabu (6/10/2021). (DOKUMEN STIKES MRH JAKARTA/MDP)

“Selain itu juga melakukan pengabdian kepada masyarakat, didukung dengan adanya jejaring untuk meningkatkan penelitian-penelitian, melalui  kerja sama dengan lembaga atau instansi terkait di antaranya dengan BKKBN, Kementerian Kesehatan dan juga Kementerian Desa PDTT, dan ini terus kami kembangkan,” papar Sri Danti Anwar.

Tak hanya itu, setiap bulan STIKes MRH Jakarta selalu melakukan berbagai kegiatan yang menarik seperti webinar, baik webinar berstandar nasional maupun internasional dengan topik-topik yang bukan hanya menyangkut program studi yang ada, tetapi di luar itu. Pembahasannya yang terkait situasi saat ini yang dianggap menarik dan dengan pembicara yang memiliki kompetensi di bidangnya dan memiliki kualitas tingkat nasional, termasuk di antaranya tentang perempuan, kesehatan ibu dan anak, penyakit menular, pengobatan tradisional dan beberapa topik menarik lainnya.

Disebutkan, selama ini STIKes MRH Jakarta telah menjalin kerja sama antarregional termasuk di antaranya dengan Thailand dan Malaysia dalam upaya pengembangan potensi mahasiswa melalui studi banding dan lain sebagainya.

Sekolah Kesehatan, menurut Sri Danti Anwar, saat inisangat seksi karena kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia sangat tinggi. Untuk itu, ia mengharapkan kepada para lulusan SMA atau sederajat terutama calon tenaga kesehatan agar bisa bergabung dan melanjutkan kuliah di kampusnya.

Sri Danti Danti Anwar menyakini, untuk mencari pekerjaan dari bagi lulusan STIKes MRH Jakarta tidak terlalu sulit. “Karena para lulusan tersebut telah dibekali dengan tidak saja kompetensi secara teoritis, tetapi juga secara praktis, dan mereka semuanya telah lulus ujian kompetensi,” pungkasya. (MDP)

Sumber : https://amunisi.id/2021/10/07/stikes-mitra-ria-husada-jakarta-mengadopsi-perkuliahan-kampus-merdeka-dan-belajar-merdeka/

STIKes MRH dan RSUD Ciracas Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Cibubur

JAKARTA (27/9/2021) — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (STIKes MRH) Jakarta menggandeng RSUD Ciracas, Jakarta Timur, menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat Cibubur dan sekitarnya, Senin (27/9/2021). 

“Kerja sama antara STIKes MRH Jakarta dan RSUD Ciracas bisa berlanjut untuk kegiatan-kegiatan lainnya di masa mendatang,” kata Ketua Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan atau YKBRP Efin Soehada di sela-sela penyelenggaraan vaksinasi.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua STIKes MRH Jakarta Sri Danti Anwar, Ketua Badan Penyelenggara Andi Julia, Dewan Penyantun Sri Hartanti Pandi, dan Wakil Ketua I Imelda.

Direktur RSUD Ciracas Murniasi Hutapea pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada pimpinan STIKes MRH yang telah memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sebagai bagian dari upaya mempercepat terciptanya herd immunity atau kekebalan komunitas, terutama di wilayah STIKes MRH Jakarta berada. 

“Kebetulan jarak lokasi antara RSUD Ciracas dari kampus ini (STIKes MRH) tidak jauh, sehingga lebih mudah terjangkau,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, RSUD Ciracas sedang melakukan upaya kerja sama dengan pihak swasta untuk berbagai kegiatan. Salah satunya dengan STIKes MRH Jakarta. Ia juga berharap kerja sama itu bisa berlanjut dengan kegiatan-kegiatan lainnya. 

“Bahkan, RSUD Ciracas siap dan bisa digunakan untuk tempat praktik bagi para mahasiwa STIKes Mitra RIA Husada,” pungkasnya. *

Editor: Patna Budi Utam

sumber : ihttps://asatunews.co.id/index.php/indeks-jak24jam/5117-stikes-mrh-dan-rsud-ciracas-lakukan-vaksinasi-covid-19-untuk-masyarakat-cibubur

Andi J Rifiana : STIKes Mitra RIA Husada Jakarta Hadir di SMA

Gemari-Jakarta, 15 September 2021. Ketua Badan Penyelengara (BP) STIKes Mitra RIA Husada Jakarta, Dr dr Andi Julia Rifiana, M.Kes menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pimpinan, pejabat struktural dan tenaga pendukung termasuk diantaranya para kepala bagian umum, keuangan, Humas dan Marketing, pimpinan P3M serta beberapa kepada bagian lainnya. (Selasa, 14 September 2021).

Wakil Ketua II STIKes MRH Jakarta, Dra Ninin Nirawaty, MEd,PA menjelaskan berbagai tugas dan fungsi dari stuktur organisasi yang berada di STIKes MRH secara terperinci dan dilanjutkan dengan penjelasan dari masing-masing bagian terkait dengan kegiatan yang telah dan akan dilakukan serta pencapaiannya, termasuk adanya kendala yang dihadapi. Seperti halnya yang dilaporkan dari bagian Kepala Bagian Marketing dan Kerjasama, Ibu Daniah, S.SIT, MKM, bahwa bagian ini telah mempromosikan STIKes MRH melalui sistem online dan offline, dan terus menambah dan memperpanjnag kerjasama yang habis masa berlakunya termasuk diantaranya dengan dinas kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, klinik dan juga PMB, serta terus menerus memperluas jaringan guna mendapatkan jumlah mahasiswa yang diharapkan. Program jangka pendek akan segera dilakukan kunjungan ke SMA/SMK di sekitar Jabodetabek guna lebih mempererat hubungan STIKes MRH dengan sekolah-sekolah dimaksud. Para alumni juga dilibatkan dalam kegiatan pencarian calon mahasiswa baru.  

Sementara itu Kepala P3M, Dr Nina Martha Fitri, S.SIT, MPd menyampaikan bahwa misi utamanya P3M adalah meningkatkan kemampuan dan peran dosen dan mahasiswa dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, menyelenggarakan dan memberikan pelatihan dan konsultasi, menyebarkan hasil penelitian dan mengembangka kualitas srtikel, jurnal dan publikasi yang berstandar nasional dan internasional.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Dr dr Andi Julia Rifiana, M.Kes menekankan bahwa STIKes MRH Jakarta ini memiliki prospek yang sangat baik di masa depan, namun karena adanya Pandemi Covid 19 ini berdampak pada penerimaan mahasiswa baru, untuk itu semua diharapakan membuat rencana untuk proses penerima mahasiswa untuk tahun depan. Kepada seluruh bagian, selama pandemi ini diharapkan kerja secara bergantian dan tidak boleh kampus dalam keadaan kosong. Kepada kepala bagian SDM diharapkan terus memantau kegiatan dan kemajuan para dosen terutama dalam proses penelitian.

Dalam rangka menjaring mahasiswa baru, Dr Mulyono D Prawiro menyarankan dan memberikan semacam tekanan agar semua dosen, tenaga pendukung dan karyawan yang berada di STIKes MRH agar membantu bidang Marketing untuk mencari mahasiswa baru untuk tahun depan, dengan demikian semua diharapan ikut serta berpartisipasi dalam memajukan perguruan tinggi ini. Khusus untuk P3M, diharapkan agar segera mencari sumber dana lain di luar STIKes MRH untuk pengembangan dan penelitian seperti mencari informasi-informasi dari perguruan tinggi lain yang berhasil mendapatkan dana hibah penelitan dari Kemendikbudristek atau perusahaan yang ada di sekirar kampus, demikian tambahnya.

Acara rapat koordinasi ditutup oleh Ketua STIKes Mitra RIA Husana Jakarta, Dra Sri Danti Anwar, MA 

Sumber Berita : https://gemari.id/gemari/2021/9/15/andi-j-reviaan-stikes-mitra-ria-husana-jakarta-akan-hadir-di-sma

Haryono Suyono Beri Arahan di Acara Serah Terima Direktur BP STIKes Mitra RIA Husada Jakarta

Haryono Suyono Beri Arahan di Acara Serah Terima Direktur BP STIKes Mitra RIA Husada Jakarta

Jakarta – Ketua Pembina Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan (YKBRP), Prof. Dr. Haryono Suyono, memberikan pengarahan pada acara serah terima direktur Badan Penyelenggara (BP) STIKes Mitra RIA Husada Jakarta dari Ibu Milangoni Subiakto Tjakrawerdaja kepada Dr. dr. Andi Julia Refiana, M.Kes. Kamis (26/8/2021) di kampus STIKes MRHJ di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Dalam kesempatan ini, Haryono mengajak agar BP yang baru untuk berkonsentrasi pada penambahan mahasiswa baru. Dia menceritakan bahwa kebutuhan bidan di Indonesia saat ini masih cukup tinggi, dan dulu pernah setiap desa memiliki satu bidan, sementara saat agak berkurang sehingga perlu penambahan bidan yang cukup banyak.

“Dalam mencari calon mahasiswa perlu menghubungi Gubernur atau Bupati/Walikota yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap kesehatan di daerahnya. Harus memiliki hubungan yang lebih erat dengan pimpinan daerah untuk menawarkan agar mereka bisa mengirim calon mahasiswa nya ke STIKes MRHJ. Bila perlu memberikan contoh dari mahasiswa yang berprestasi agar memiliki daya tarik tersendiri dan membuat mereka tertarik dengan STIKes MRHJ,” ujar Haryono bercerita pengalaman masa lalu.

Mantan Menko Kesra dan Taskin ini juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi terhadap direktur BP yang lama, Ibu Milangoni Subiakto Tjakrawerdaja atas kerja keras nya selama ini dan mengucapkan selamat bertugas kepada direktur BP yang baru Dr. dr. Andi Julia Refiana, M.Kes.

“Kita harus bisa memberikan contoh yang baik kepada bangsa ini,” pungkas Haryono.

Sementara, Ketua STIKes Mitra RIA Husada Jakarta, Dra. Sri Danti Anwar, MA., menceritakan kondisi kampus dengan berbagai fasilitas yang ada, dan disampaikan pula bahwa STIKes telah berkerjasama dengan TRUBUS dalam program penghijauan dan pembibitan tanaman.

“Kampus STIKes MRHJ juga dikenal dengan nama kampus hijau. Sejak Pandemi banyak kendala dalam proses belajar mengajar, namun tetap yakin bahwa STIKes MRHJ akan mendapat calon mahasiswa yang banyak dengan informasi yang konsisten yang selama ini dilakukan,” terangnya.

Ketua YKBRP yang lama, Ibu Milangoni Subiakto Tjakrawerdaja, juga mengungkapkan terima kasih kepada ketua Pembina Prof. Dr. Haryono Suyono yang telah memberi kepercayaan sebagai ketua YKBRP, dan mengembangkan terima kasih yang telah memilih ketua yang baru yang relatif muda dan berharap bisa bekerja semakin lincah dan apa yang selama ini kurang agar bisa dilengkapi.

“Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pimpinan, dosen dan karyawan STIKes MRHJ yang telah membantu nya selama ini dan mohon maaf bila selama memimpin agak keras dalam menyampaikan sesuatu,” ujarnya.

Ketua umum terpilih Ibu Efin Soehada, S.E, M.Si., dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa meskipun telah terjadi pergantian pengurus, namun masih banyak pengurus lama masih tetap dalam organisasi dan diharapkan tetap membantu dan masih dimohon petunjuk dan arahannya.

“Saya berharap agar kita semua bisa menghidupkan kampus, dan yang paling penting berusaha keras untuk mendapat mahasiswa sebanyak-banyaknya. Dalam mencari calon mahasiswa, Jangan tergantung pada bagian pemasaran saja, tetapi semua harus menjadi bagian promosi, jadi semuanya termasuk dosen harus bisa mencari calon mahasiswa sebanyak-banyaknya. Kampus bisa hidup dan berkembang bila mahasiswanya banyak,” ujarnya.

Di akhir pertemuan Direktur BP STIKes Mitra RIA Husada Jakarta yang baru, Dr. dr. Andi Julia Refiana, M.Kes, mengajak semua mengembalikan kejayaan Kampus. “Kita kembalikan masa kejayaan STIKes MRHJ seperti masa lalu,” pungkasnya. @red. (sumber berita : http://sindikatpost.com/2021/08/26/haryono-suyono-beri-arahan-di-acara-serah-terima-direktur-bp-stikes-mitra-ria-husada-jakarta/)

Haryono Suyono mengatakan kesehatan dan pendidikan harus dimulai dari sejak dini


Jakarta, Koranpelita.com

Prof Dr Haryono Suyono tampil sebagai pembicara utama dalam acara Webinar yang diselenggarakan STIKes Mitra RIA Husada, Sabtu 24 April 2021.

Ketua STIKes Mitra RIA Husada, Dra Sri Danti Anwar, MA membuka Webinar Nasional Hari Kartini membahas Seberapa Penting Pendewasaan Usia Perkawinan Anak Dalam Mewujudkan Kesehatan Perempuan yang Berkualitas.
Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo menjadi narasumber bersama Zoemrotin, Lenny N Roosalin, Hj Ella Royati dan moderator dr. H. Engkus Kusdinar Achmad, MPH.

Haryono Suyono mengatakan kesehatan dan pendidikan harus dimulai dari sejak dini, karena itu sangat penting bagi keberlanjutan bangsa dan negara Indonesia.

Memelihara kesehatan dan pendidikan harus dimulai sejak dini agar bisa tumbuh dengan baik, karena pemeliharaan kesehatan itu sangat vital, dan menjadi target utama.

STIKes mendidik bidan guna mendukung peran perempuan, bidan bisa membantu wanita terus sehat. Bidan juga bisa menjadi tenaga ahli yang luar biasa, sehingga bidan harus memberikan petunjuk kepada para calon ibu agar menikah pada usia yang disarankan.

Mahasiswa STIKes Mitra RIA Husada harus bisa mengikuti kuliah merdeka dan bisa belajar melalui internet dan media lainnya.

Dengan adanya sanggar Lansia diharapkan para lansia bisa bersilaturahmi sesama Lansia sehingga mereka bisa ada kegiatan dan berumur panjang.

Bidan juga bisa mengantar budaya baru dan keluarga sejahtera disertai dengan norma baru lebih cepat diadopsi oleh wanita berpendidikan.

Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo ( Ketua Umum PPI ) berbicara dengan topik Peranan PPI sebagai bagian dari Aliansi Pita Putih Global dalam mewujudkan Kesehatan Perempuan Berkualitas Dalam Pendewasaan Usia Perkawinan.

Dra Leni N Rosaline , M.S.c ( Deputi Mentri Bidang Kesetaraan Gender ) dengan topik Kebijakan Dan Program Pemerintah Indonesia Tentang Pendewasaan Usia Perkawinan anak untuk Mewujudkan Perempuan Indonesia yang Berkualitas.

Zoemrotin K ( Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan ) dengan topik Pengalaman YKP dalam mengadvokasi tentang Pendewasan Usia Perkawinan anak Untuk mewujudkan Kesehatan Perempuan Yang Berkualitas.

Bidan Hj.Ella Royati,S.ST.,M.Kes (Mahasiswi Prodi Profesi Bidan SMRH Jakarta) dengan topik Dampak Pernikahan Usia Anak Perempuan Pada Kesehatan Reproduksi ( Dari Sisi Pengalaman Praktisi Bidan ). (D)

sumber : https://koranpelita.com/2021/04/24/haryono-suyono-kesehatan-dan-pendidikan-dimulai-sejak-dini/

Masyarakat Sangat Membutuhkan Informasi Kesehatan Dan Gizi Keluarga


28 Februari 2021 17:30 WIB

Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id –
JAKARTA: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI)
hendaknya maju ke depan, mengajak orang-orang atau lembaga yang memiliki
pengaruh di masyarakat, agar memberikan informasi tentang pentingnya
kesehatan dan gizi keluarga. Dalam rangka memperkuat daya tahan tubuh di
masa Pandemi Covid 19 seperti yang terjadi sekarang ini.

Ajakan tersebut dikemukakan Prof Dr Haryono Suyono, dalam sambutannya
saat menjadi nara sumber secara virtual, pada acara Seminar Online
Tentang Peran Ketahanan Kesehatan Keluarga, yang diselenggarakan FKM-UI
bekerja sama dengan STIKes Mitra RIA Husada, dari Jakarta, Sabtu
(27)2/2021) sore.

Dikemukakannya, kita perlu mendidik rakyat untuk bertingkah laku
sangat pro pada gizi keluarga. Tidak saja tahu atau tidak pandai, tetapi
bertingkah laku makan bergizi di mana mana. Utamanya, saat mereka yang
sedang hamil dan mereka yang sudah lansia.

Pasalnya, mernurut Pakar Pemberdayaan Keluarga itu, stunting itu
tidak muncul secara mendadak, tetapi perlu waktu lama sangat lama. Untuk
itu, dalam penanganannya harus melibatkan banyak orang terutama para
kepala desa dan pimpinan daerah.

Dalam upaya penanganan stunting, keluarga memerlukan masukkan gizi
yang sangat baik. Hal itu, kata Haryono, dimulai sejak ibu hamil, harus
sudah diberikan makan makanan yang bergizi.

Selain Haryono Suyono, acara seminar online tersebut juga
menghadirkan dua pembicara lain. Yakni Prof Dr drg Sandra Fikawati MPH
dengan materi “Peran Gizi Keluarga di Era Pandemi Covid-19”, dan Prof Dr
Endang Anhari MOH drPH dengan materi “Pencegahan Stunting dalam
Keluarga di Era Pandemi Covid-19”.***

https://m.suarakarya.id/detail/128636/Masyarakat-Sangat-Membutuhkan-Informasi-Kesehatan-Dan-Gizi-Keluarga

SRI DANTI ANWAR : PENTINGNYA PERAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DI ERA NEW NORMAL

Jakarta, 20 Juli 2020

Setelah Presiden RI menghimbau pada tanggal 15 Maret 2020 tentang belajar, bekerja dan beribadah di rumah, sejumlah sekolah dan perguruan tinggi mulai membatasi kegiatan belajar mengajar tak terkecuali Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH).

Berdasarkan Surat Edaran 022/Ketua SMRH/III/2020 tentang Kegiatan Pembelajaran Stikes Mitra RIA Husada Ketua SMRH memutuskan selama situasi dalam keadaan bencana non alam (Force Majeure) pada tanggal 16 s/d 28 Maret 2O2O pelayanan akademik dan non akademik di lingkungan Kampus SMRH dilakukan secara daring.

Kemudian untuk kegiatan Perkuliahan/Pembelajaran semester genap sejak tanggal 16 s/d 28 Maret 2020 dilaksanakan menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Long Distance Learning (LDL) yang akan dikoordinasikan oleh masing – masing Ketua Program Studi yang digunakan oleh masing – masing dosen disesuaikan dengan situasi dan kondisi dosen serta mahasiswa.

Dalam surat edaran tersebut Ketua SMRH juga memerintahkan untuk menarik seluruh mahasiswa dari lahan praktikum dan menunda kegiatan di lahan praktikum sejak tanggal 16 s/d 28 Maret 2020.

Sedangkan untuk mahasiswa yang akan melakukan pembayaran semester genap di arahkah untuk melakukan transaksi melalui transfer Bank Mandiri dengan tujuan Sekolah Tinggi llmu Kesehatan Mitra RIA Husada di nomor rekening 129.000.4978.538

Ketua SMRH juga menghimbau untuk tetap menjaga kesehatan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah kecuali sangat mendesak dan apabila diperlukan melakukan tes kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala batuk, demam, sesak nafas.

 

Tim Humas dan Marketing SMRHDi era pandemi dan new normal saat ini, peran tenaga kesehatan sangat
penting dalam upaya mensosialisasikan protokol kesehatan bagi masyarakat umum
untuk menangani berkembangnya dan tertularnya wabah virus corona yang terjadi
di berbagai belahan dunia tak terkecuali yang terjadi di Indonesia.

 

 

Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH) Jakarta, menjadi salah satu
kampus kesehatan yang juga konsen membantu pemerintah dalam upaya mengahadapi
wabah covid-19 di era new normal yang diterapkan pemerintah saat ini. New
normal adalah adaptasi kebiasaan baru dalam rangka menuju masyarakat produktif,
aman dari covid-19.

 

Para tenaga kesehatan berkompeten dari Program Studi S1 Kesehatan
Masyarakat SMRH Jakarta, mengelola penerapan protokol kesehatan pencegahan
covid-19, guna mensosialiasikan kepada masyarakat luas untuk tidak takut atau
hawatir menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan dan
menjalankan protokol kesehatan. Untuk membangunan kepercayaan diri dan
produktifitas di era new normal kepada masyarakat, perlu adanya penerapan yang
efektif dalam membantu pemulihan kepercayaan masyarakat untuk kembali
mengunjungi tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan, pusat hiburan,
tempat-tempat wisata, hotel, transportasi umum dan lainnya.

 

Tenaga kesehatan masyarakat memiliki peran utama dalam mengedukasi
masyarakat terkait dengan pencegahan penyakit menular dan tidak menular serta
menjaga lingkungan dan masyarakat agar tetap berperilaku untuk hidup bersih,
sehat, taat dan disiplin protokol kesehatan baik di rumah maupun di lingkungan
sekitar, karena perilaku individu adalah kunci keberhasilan dalam menangani
covid-19.

 

Tempat-tempat umum tersebut diatas, sudah saatnya mengelola dan
menerapkan protokol kesehatan di era new normal dengan melibatkan tenaga
kesehatan yang terdidik dan kompeten di bidangnya yaitu Sarjana Kesehatan Masyarakat.
Dengan melibatkan mereka dalam edukasi dan sosialisasi tentang penyakit menular
dan tidak menular, juga tentang perilaku bersih dan sehat. Maka hal ini, dapat
meyakinkan masyarakat dan dapat menimbulkan kepercayaan bagi masyarakat untuk
kembali mendatangi tempat-tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, pusat
hiburan, tempat-tempat wisata, hotel, transportasi umum dan lainnya, dengan
perasaan tenang dan nyaman, karena telah terpapar informasi mengenai protocol
kesehatan dari tenaga kesehatan yang terdidik dan mempuni di bidangnya.

 

Lembaga-lembaga
pendidikan tinggi yang mempunyai jurusan kesehatan masyarakat, sudah saatnya
berperan aktif menyalurkan sarjana-sarjana kesehatan masyarakat ke dunia
industri tersebut diatas, demi pengelolaan protokol kesehatan pencegahan covid-19
di era new normal yang lebih efektif dan kredibel.

 

Inilah link
and match antara perguruan tinggi dan dunia industri yang membangun ekosistem
kesehatan masyarakat di era new normal.

Prof Dr Haryono Suyono
Beri Pengarahan pada Visitasi Akreditasi Program Studi Pendidikan Profesi Bidan

Pendiri Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono memberikan pengarahan pada acara Visitasi Akreditasi Program Studi Pendidikan Profesi Bidan di Kampus STIKes Mitra RIA Husada di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (25/2/2020).

Turut hadir Ketua Yayasan YKBRP Ibu Milangoni Subiakto Tjakrawerdaja, Ketua STIKes MRH Dra Sri Danti Anwar MA dan para pengurus yayasan dan dosen STIKes MRH lainnya.

Prof Haryono selaku Ketua Pembina Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan (YKBRP) didampingi oleh Ketua Umum YKBRP, Ibu Milangoni Subiakto, serta Ibu Dra. Sri Danti Anwar, MA selaku Ketua SMRH memberikan arahan dalam acara Visitasi Lapangan Program Studi Profesi Bidan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH) Jakarta oleh Asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAMPT-Kes) yakni
Ibu Emy Suryani M, M.Mid
Ibu Ismarwati, SKM., SST., MPH
Ibu Siti Nur Endah Hendayani, SST., SKM., M.Kes

Dalam arahan Prof Haryono, disampaikan bahwa peranan bidan sangat penting adanya di bumi pertiwi, karena bidan membina keluarga terkecil, cikal bakal masa depan bangsa. STIKes Mitra RIA Husada sangat konsen terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia khususnya di bidang kesehatan sebagai salah satu Program Prioritas di Era Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2020.

Ketua Pembina adalah Kepala BKKBN periode 1983-1993 yang membina 6000 bidan di Indonesia, beliau sangat paham dan hingga saat ini terus menerus memantau perkembangan bidan di Indonesia. Beliau menekankan bahwa Akreditasi Profesi ini sangat penting diwujudkan hingga nilainya harus UNGGUL sehingga bidan mempunyai semangat untuk melanjutkan studi hingga jenjang profesi. Bidan selalu diminta menjadi garda terdepan oleh masyarakat kecil ketika ada bayi atau anak sakit, juga bidan selalu penuh kasih memberikan pelayanan di Posyandu, Puskesmas dan Pelayanan kesehatan yg lain.

Jika diperlukan apabila hasil akreditasi Prodi Profesi Bidan SMRH kali ini belum unggul, diminta tahun depan atau 6 bulan dari sekarang kalau diperlukan diajukan akreditasi kembali hingga hasilnya menjadi UNGGUL. (MDP)

 

 

 

Peringati Hari Ibu, SMRH Gelar Seminar mini

Dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2019, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH) menggelar acara seminar yang diadakan di Gedung Utama kampus pada Kamis 26 Desember 2019. Seminar ini dihadiri oleh para wakil ketua, dewan penyantun, mahasiswa/I SMRH, dosen beserta karyawan dan tamu undangan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trilogi.

Seminar ini bertujuan untuk memperingati perjuangan kaum perempuan di Indonesia, sebagaimana yang diungkapkan oleh narasaumber dalam acara ini yaitu Dra. Sri Danti Anwar, MA selaku Ketua SMRH.

“Kenapa kita perlu memperingati hari ibu? Karena kita ingin mengenang pergerakan perjuangan kaum perempuan di Indonesia  untuk merebut kemerdekaan pada saat itu.”

Selain itu Sri Danti juga menjelaskan sejarah bagaimana awal mula munculnya hari ibu di Indonesia yaitu bermula dari Kongres Perempuan Indonesia (KPI) pertama, yang diselenggarakan pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Dilanjutkan KPI kedua di Jakarta yang menetapkan fungsi utama perempuan Indonesia sebagai “Ibu Bangsa” yang wajib mendidik generasi baru yang lebih sadar rasa kebangsaannya. Hingga pada akhirnya tahun 1938 KPI di Bandung menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

“Hari Ibu dikukuhkan dengan Keputusan Presiden No. 316/ tahun 1959 tentang hari-hari nasional yang bukan hari libur.” Kata Sri Danti.

Dalam seminar ini tidak hanya membahas mengenai sejarah, pergerakan, dan perjuangan kaum perempuan saja. Tapi juga membahas betapa pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan bahaya seks pra nikah. Seperti yang dijelaskan oleh narasumber kedua, Nina Tresnayanti, S.Sit, M.Kes yang juga merupakan Dosen SMRH.

“Di Indonesia ada 63% remaja yang sudah melakukan hubungan seks pra nikah. Lalu apa bahayanya seks pra nikah itu? Ada rasa penyesalan, kecanduan, tidak ada jaminan untuk menikah, menikah terlalu muda, aborsi, terkena HIV AIDS, mengecewakan orangtua dan pasangan kelak, dan menjauh dari Allah.” Kata Nina.

Seminar yang bertemakan Perempuan Berdaya Indonesia Maju ini, merupakan seminar yang baru pertama kali dilaksanakan di SMRH. Semoga setiap tahunnya, seminar dalam rangka memperingati Hari Ibu bisa terus terselenggara.

SETETES DARAH ANDA, NYAWA BAGI SESAMA

Dalam rangka memeriahkan kegiatan Dies Natalis ke XVI Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH) mengadakan kegiatan donor darah yang di selenggaran pada hari Jum’at  27 Desember 2019. Acara tahunan ini merupakan kegiatan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat yang bersinergi dengan SMRH.

kegiatan donor darah yang dibuka untuk umum ini di laksanakan di Laboraturium Komplementer SMRH dikarenakan suhu ruangan yang sesuai dan tempat yang steril merupakan syarat penting untuk proses donor darah. Dalam kegiatan ini mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Sarjana Terapan Kebidanan dan D-III Kebidanan ikut pula membantu untuk proses kelancaran kegiatan ini.

Sebelum proses pengambilan darah di lakukan ada beberapa tahap yang harus di lakukan oleh pendonor, diantara proses registrasi keikutsertaan sebagai pendonor, pemeriksaan golongan darah, pengecekan sampel darah apakah layak untuk di ambil darahnya.

Kegiatan yang di lakukan dari jam 09.00WIB sampai jam 12.00WIB ini menargetkan sebanyak 75 kantung darah. Di harapkan pula dengan adanya kegiatan tahunan ini, membuat semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa selain banyak manfaatnya untuk kesehatan si pendonor, mendonorkan darah banyak manfaatnya untuk kepedulian bersama.

Humas & Marketing